Minggu, 21 Juni 2009

Orang Indonesia menjadi Professor Termuda di AS

Diposting oleh Muhammad Alwi CH di 00.10 0 komentar
Kita cukup banyak memiliki manusia-manusia briliant yang hanya sebagian kecil yang mau kembali ke tanah air (Indonesia). Mulai dari rekrutmen Olimpiade (apa saja), trernyata proses drain brain sudah mulai berjalan. Namun sayang, pemerintah kita masih belum memperhatikan hal ini secara serius. Tulisan yang saya kutip ini, merupakan sedikit contoh nyata, Indonesia khususnya kota Medan bolehlah berbangga, tapi?

[beliau] Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya “pulang ke Jepang” untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau pulang ke Indonesia . Kenapa? Nelson Tansu lahir di Medan , 20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude. Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat.

Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja sekarang. Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai “The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award” mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya. Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan tinggi dan institusi riset.

Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia . Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller, dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang mencoba membajaknya untuk “pulang”. Tapi dia selalu menjelaskan kalau dia adalah orang Indonesia . Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat.

Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat mendukung di Amerika , ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di Indonesia . Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu. Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di Indonesia . Ia menyatatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus.

Tidak cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta, mengajar di banyak perguruan tinggi, dan sebagianya. Dengan demikian, seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk melakkukan riset dan membuat publikasi ilmiah. Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara internasional? Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore , gaji seorang profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia . Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja.

Maka itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih memilih untuk tidak bekerja di Indonesia . Panggilan seorang profesor atau dosen adalah untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk “cari makan”.

Kamis, 18 Juni 2009

Stop Dreaming Start Action

Diposting oleh Muhammad Alwi CH di 09.45 0 komentar
Saya ucapkan terimakasih karena sudah membaca blog ini, oh ya, sebelumnya saya mau bertanya apakah anda pernah mendengar Stop Dreaming Start Action ? Stop Dreaming Start Action " hentikan mimpi anda dan mulai lah beraksi " kurang lebih itulah artinya dalam bahasa indonesia.

Kadang dalam hidup kita terlalu banyak bermimpi dan akhirnya menjadi lupa untuk beraksi. padahal sampai detik ini tidak ada satupun bisa di raih hanya melalui mimpi makanya Stop Dreaming Start Action. Sudahi mimpi - mimpi anda.

Mulai sekarang, apapun propesi anda, anda harus action, apakah anda seorang pebisnis online, atau seorang pebisnis offline. Dari apa yang telah saya tulis disini mungkin tergambarlah siapa saya, saya memang bukan seorang penulis, Namun pada hari ini saya harus menulis karena saya mau di berikan uang oleh Mas Joko Susilo sebesar 12 juta rupiah kalau saya bisa memenagkan kontes SEO dengan tema Stop Dreaming Start Action.

Mohon penilaian dari pembaca, kira - kira bisa atau tidakkah saya memenangkan kontes yang bertema Stop Dreaming Start Action.


Selasa, 16 Juni 2009

Fenomena Bisnis Google Adsense

Diposting oleh Muhammad Alwi CH di 11.01 0 komentar
Sebagai mesin pencari paling populer Google saat ini, Google dapat menjadikan kita, situs atau blog kita menjadi sangat populer populer karena Google dapat mendatangkan banyak trafik ke situs anda. Tidak hanya dapat mendatangkan Traffic, Google juga menyediakan dollar untuk kita melalui layanan Google yaitu Google Adsense. Google adsense adalah program periklanan milik Google di mana iklan yang disediakan oleh Google Adsense dapat kita pasang pada situs kita dan kita akan mendapatkan komisi dari Google Untuk Setiap iklan yang terklik oleh pengunjung kita. Komisi yang diberikan untuk setiap iklannya tidak sama tergantung dari orang yang memasang iklan.
Untuk mengikuti program Google Adsense kita tidak perlu susah-sudah menginstal software khusus, Kita tidak perlu keahlian khusus apalagi gelar sarjana komputer, kita tidak perlu mahir komputer atau Internet, kita tidak perlu investasi dengan banyak uang dan faktaanya kita tetap dapat turut serta tanpa perlu mengeluarkan uang sama sekali kecuali biaya berinternet. Untuk memulai Google adesense kita harus memiliki website atau blog, untuk website kita membutuhkan ketrampilan kusus dan membutuhkan sedikit biaya sedangkan blog tidak membutuhkan ketrampilan kusus siapa saja dapat membuat blog dan penyedia layan blog gratis sangat banyak contohnya blogger yang juga merupakan layanan dari Google. Namun terkadang banyak di antara kita kecewa karena blog atau website yang kita bikin tidak dapat diterima oleh google dengan berbagai alasan, salah satunya mungkin artikel dan bahasanya harus sesuai dengan syarat yg di tetapkan oleh google.

Nah, sekarang ada terobosan baru tentang bisnis google adsense. Dimana kami akan membuatkan website video youtube untuk anda dan langsung mendaftarkannya di google adsense. Jadi anda tidak perlu susah lagi mesti buat web atau blog. Web yang akan kami buat adalah berisi video yang tidak perlu anda update, karena di youtube sendiri saat ini sudah ada 320 juta lebih video dan akan terus bertambah. Sehingga web anda akan berjalan otomatis.

Oke untuk lebih jelas silakan klik DISINI


Senin, 08 Juni 2009

Bisnis Online vs Bisnis Offline

Diposting oleh Muhammad Alwi CH di 23.40 0 komentar
dear Sobat netter'

Saya juga baru di bidang bisnis online, ya kalau di hitung belum ada satu taon. Namun dari waktu yang sangat singkat itu saya dapat merasakan perbedaan yang sangat tajam antara bisnbis online dan bisnis offline. Salah satu contoh, perbedaan misalnya anda mau jualan atau buka toko sepatu.
Kalau bisnis offline anda harus sediakan sebuah toko yang lengkap dengan koleksi sepatunya. dan ini memerlukan modal yang sangat tidak sedikit, berkisar antara 50 s/d 100 jt.

Kalau di bisnis di bisnis online anda cukup sediakan satu website yang murah saja, dan foto bebrapa sepatu yang lagi trendi, ingat.. hanya foto. Foto - foto itu bisa anda pajang di blog atau web anda. Dan ini memerlukan modal hanya beberapa ratus ribu rupiah. Kalau ada pemesanan dari customer, anda tinggal menyediakan barang yang diminta oleh customer anda tersebut. Ini bisa anda beli di toko sepatu yang menyediakan sepatu dengan harga grosir.

Sehinga anda bisa mendapatkan sedikit keuntungan dari hasil penjualan. Hal seperti ini sangat lazim dilakukan di dunia bisnis baik yang dilakukan secara online maupun offline. Dimana membeli produk di grosir memang sering dilakukan bagi siapa saja yang mau menjual ulang produk tersebut.

Berapa harga penjualan yang anda tawarkan kepada customer anda semua terserah anda, yang penting sesuai dengan selera customer dan tidak terlalu memberatkan customer. Juga jangan lupa kalkulasikan keuntungan anda dan biaya kirim produk agar produk sampai ke tangan customer dengan aman.

Oke , disini dulu. lain kalai kita sambung dengan artikel tentang perangkat pendukung bisnis online.

Makanan Tradisional Omzet 10 juta/bulan

Diposting oleh Muhammad Alwi CH di 02.46 0 komentar
Ditangan Hendro Widodo, makanan orang susah seperti tiwul dan gatot bisa menjadi produk bisnis menguntungkan. Ia mengemas makanan berbahan dasar singkong ini dalam bentuk instan. Sejauh ini, pengusaha yang menggarap bisnis ini masih sedikit. Omzetnya bisa mencapai Rp 10 juta per bulan.

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, orang mengenal tiwul dan gatot sebagai makanan orang susah. Jika beras mahal atau sawah mengalami kekeringan, orang desa mengonsumsi makanan olahan dari ketela kering (gaplek) yang dihaluskan ini. Kita masih bisa menjumpai makanan ini di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah, Gunung Kidul, Yogyakarta, dan Blitar di Jawa Timur.

Tapi, jangan salah, di tangan Hendro Widodo, tiwul dan gatot yang merupakan makanan ndeso itu bisa menjadi komoditas yang menghasilkan uang. Hendro yang berasal dari Serengat, Blitar, tahu betul kebiasaan masyarakat daerahnya mengonsumsi tiwul dan gatot. Agar lebih menarik, pada tahun 2003 ia mulai memproduksi tiwul dan gatot dalam kemasan, atau ia biasa menyebutnya tiwul dan gatot instan. "Modal awal saya cukup besar, yakni Rp 25 juta," katanya. Pada awal 2004, Hendro mulai memberi merek dua produknya Titan dan Gatan.

Proses menjadikan tiwul dan gatot instan cukup panjang. Hendro kerap mengganti resep agar semakin sempurna. "Komplain dari konsumen adalah masukan berarti buat saya," katanya.

Ia tak berhenti melakukan uji coba. Awalnya, ia mengetes resep di laboratorium Universitas Airlangga, Surabaya. Belakangan, ia mengetes resep terbaru di laboratorium Universitas Blitar. Dan akhirnya, Hendro mengaku kini sudah menemukan resep yang tepat.

Meski pelbagai uji coba sudah lewat, Hendro tetap menyimpan rapat-rapat resep tiwul dan gatot instannya. Saat produksi, Hendro sendiri yang meracik menu. Adapun lima karyawannya hanya meneruskan proses produksi berikutnya. Menurut Hendro, semua proses produksi dilakukan dengan cara sederhana. "Termasuk pengeringan yang masih memakai panas matahari. Saya belum punya dana untuk membeli oven," akunya.

Hendro menjual tiwul dan gatot instan dalam dua bentuk: kemasan dan curah. Ia membanderol kemasan seberat 250 gram dengan harga Rp 5.000. Adapun harga tiwul dan gatot instan curah lebih murah, yakni Rp 10.000 per kilogram (kg). "Tapi, saya menjual 80 persen produk dalam kemasan," ungkap pria 24 tahun ini.

Hendro menyediakan tiwul instan dalam dua rasa, manis dan tawar. Lulusan SMK Jurusan Otomotif ini menegaskan, tiwul tawar bisa sebagai pengganti nasi. "Juga cocok untuk pengidap diabetes dan diet," katanya.

Cara penyajian kedua makanan ini murah. Kita tinggal merendam tiwul ukuran 250 gram dengan sekitar 150 cc air. Setelah dua menit, kukus tiwul selama 20 menit. Setelah mekar, paling enak tiwul dicampur taburan parutan kelapa yang sudah dibubuhi garam, keju, atau meses.

Penyajian gatot sama dengan tiwul. Hanya, waktu merendamnya lebih lama, minimal delapan jam. Makin lama justru lebih baik karena gatot bisa lebih kenyal.

Lewat 27 agen, produk Hendro kini sudah tersebar di beberapa daerah seperti Surabaya, Semarang, Bandung, Jakarta, Batam, Manado, dan Banjarmasin. "Permintaan paling bagus justru di Manado," katanya. Selain lewat agen, Hendro juga menitipkan produknya di beberapa outlet di Jawa Timur dengan sistem konsinyasi atau bagi hasil.

Dalam sebulan, Hendro bisa memproduksi dua ton tiwul dan sekitar 600 kg sampai 800 kg gatot. Selama ini, ia tak mengalami kesulitan soal pasokan bahan baku. Sebab, daerahnya sangat kaya dengan singkong. Setiap bulan, Hendro mampu meraup omzet penjualan sampai Rp 10 juta. Laba bersihnya sekitar 30 persen.

(Anastasia Lilin Yuliantina/Kontan)


Strategy Microsoft sukses di Indonesia

Diposting oleh Muhammad Alwi CH di 02.41 0 komentar
Dengan organisasi pemasaran yang dibuat menyerupai rangkaian roda gigi, Microsoft Indonesia dua tahun berturut-turut meraih penghargaan Best Performance dari Microsoft Corp. Seperti apa organisasi pemasarannya?
Pemandangan berbeda tampak di kantor PT Microsoft Indonesia (MI). Kini, tepat di hadapan pintu masuk kantor yang berlokasi di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lantai 18 itu, terpampang replika sebuah piala yang ukurannya cukup besar. Piala itu tak lain adalah Circle of Excellence Award yang diperoleh MI dari Microsoft Corp. MI dinobatkan sebagai Best Performance untuk kantor perwakilan Microsoft Corp. di kategori negara berkembang.

Prestasi itu diraih MI dua tahun berturut-turut, 2007 dan 2008. “Keberadaan Microsoft Indonesia kian dipandang oleh kantor pusat,” ujar Adrian Anwan, Manajer Server & Tools Marketing MI. “Salah satu buktinya, tahun lalu Bill Gates mau berkunjung ke Indonesia,” tambahnya.

Walau hanya menjadi saksi bisu, piala tersebut menggambarkan performa MI dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualannya mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. “Kami selalu tumbuh double digit,” ujar Adrian tanpa bersedia merinci lebih lanjut.

Adrian mengatakan, tanpa mengecilkan peran divisi lainnya, divisi pemasaran atau di MI dikenal dengan sebutan Business Marketing Organization (BMO) memberi kontribusi yang sangat besar atas pencapaian tersebut. “Ini tak lepas dari solidnya organisasi pemasaran di MI, sehingga bisa menghasilkan strategi yang sangat tepat dalam menjangkau pasar,” ia menjelaskan.

Awalnya adalah posisi MI yang unik di tengah pasar. Disebutkan Adrian, MI bergelut di bisnis teknologi informasi (TI) yang menjangkau segmen sangat luas, mulai dari pengguna awam (non-TI) sampai ke teknologi-teknologi yang digunakan oleh korporasi besar. Guna menyentuh seluruh segmen secara optimal, maka organisasi di MI juga dibagi sesuai dengan segmentasi pasar yang ada di Indonesia. “Tujuannya agar bisa melayani setiap segmen dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Intinya, organisasi ini terdiri dari dua golongan besar, yaitu business group dan spesialist group, yang di dalamnya terdapat beberapa jabatan yang sejajar. Setiap jabatan yang ada pada struktur organisasi itu memiliki keterkaitan yang sangat erat antara satu dengan lainnya. Jadi, ibarat rangkaian roda gigi. Jika satu bergerak, yang lain pun ikut bergerak.

MI memiliki manajer produk untuk produk server, client (desktop), information worker (peranti lunak untuk profesional TI dan non-TI) dan Windows Mobile. Posisi manajer produk masuk ke dalam kelompok business group yang bertanggung jawab menangani sekitar 150 item produk yang dimiliki MI. Setiap manajer produk memiliki tanggung jawab sama, yaitu membuat forecast, bujet pemasaran, hingga strategi eksekusi.

Dalam menjalankan tugasnya, para manajer produk ini dibantu oleh para spesialis yang dalam struktur organisasi ditempatkan sejajar dengannya. Adrian menerangkan, spesialis bertugas membantu manajer produk menentukan strategi yang hendak dijalankan untuk menggarap setiap segmen pasar yang ada.

Di antara jajaran spesialis, ada jabatan yang disebut customer partner employee experience (CPEE). Menurut Adrian, ini merupakan komitmen MI untuk kepuasan pelanggan, mitra dan karyawan. Data yang diberikan CPEE sangat berguna bagi manajer produk dan spesialis lain untuk mengetahui apakah strategi, produk dan solusi yang ditawarkan MI sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen atau tidak.

Untuk mendapatkan data tersebut, setidaknya dalam satu tahun MI melakukan dua kali survei untuk mengukur tingkat kepuasan di tiga lapisan tersebut (pelanggan, mitra dan karyawan). “Dari survei ini, secara tidak langsung kami juga bisa mengetahui demand pasar,” ujar Adrian.

Selain itu, ada jabatan yang disebut platform strategy manager (FSM). Adrian mengatakan, MI bukanlah satu-satunya perusahaan yang bergerak di bidang peranti lunak di Indonesia. Karena itu, sangat mungkin perusahaan yang sudah menjadi pelanggan MI juga menggunakan peranti lunak dari perusahaan lain. Maka, MI memiliki FSM yang fungsinya meyakinkan bahwa teknologi Microsoft dan bukan Microsoft bisa bersama-sama memberi kontribusi terbaik bagi bisnis konsumennya. “Kami tidak bisa memaksa semuanya harus Microsoft, karena itu ada jabatan FSM untuk mengisi pasar yang sudah dimasuki oleh pemain lain.”

Seluruh aktivitas yang dijalankan oleh tim pemasaran MI pada akhirnya dipusatkan pada jabatan yang disebut central marketing group (CMG). CMG inilah yang meramu komunikasi atau solusi seperti apa yang digunakan untuk produk yang akan ditawarkan pada konsumen.

Menurut Triari Senawirawan, Marketing Communication Group Head MI – penanggung jawab CMG – setiap produk Microsoft punya karakteristik dan target pasar yang berbeda-beda. Produk itu harus dikomunikasikan dengan bahasa yang sesuai dengan target pasarnya. Sebagai contoh, Triari menyebutkan, untuk produk server, bahasa yang digunakan adalah bahasa enterprise (hi-level), dan bahasa itu tentunya tidak akan cocok untuk produk yang ditujukan bagi orang awam (non-TI). “Tanggung jawab saya memastikan bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa target pasar dari produk tersebut,” ujar Triari.

Namun, sebelum mengambil keputusan CMG juga bekerja sama dengan segmen (divisi) yang bersangkutan karena mereka yang lebih dekat dengan konsumen, serta mempertimbangkan insight dari CPEE. “Akan sangat mudah sekali kami terlena untuk membawa jargon-jargon yang sebenarnya tidak dimengerti oleh konsumen,” tutur pria yang sebelumnya berkarier di Ogilvy & Mather Indonesia ini.

Triari mengutarakan, sejujurnya MI belum terlalu terbiasa dalam menggarap pasar ritel (konsumer). Pasalnya, sejak hadir di Indonesia 10 tahun lalu, baru tiga tahun terakhir MI menggarap pasar ritel. Tak heran, hingga saat ini kontribusi pendapatan dari enterprise masih mencapai 60% lebih. “Marketing yang terbiasa kami lakukan adalah relationship marketing,” ujarnya.

Selain menentukan bahasa, CMG juga bertanggung jawab menentukan jenis komunikasi dan penempatannya. “Ada komunikasi yang kami rasa cocok lewat iklan, ada yang lebih baik dengan BTL, dan ada juga yang lebih pas dengan event,” paparnya seraya menjelaskan, MI memiliki pula beberapa jenis event yang disesuaikan dengan objektif yang ingin dicapai, seperti one to many event, one to view event atau one on one event.

Adapun yang sangat membedakan antara B2B dan B2C, menurut Triari, adalah purchasing behaviour. Untuk produk B2C, keputusan membeli mutlak ada di konsumen itu sendiri, sedangkan untuk B2B akan sangat berbeda. Pada saat memutuskan untuk membeli, harus mendapat persetujuan dari beberapa pihak lainnya. Karena itu komunikasi yang dilakukan MI tidak hanya ditujukan untuk orang TI, melainkan juga bagi pengguna – termasuk direksi.

Hampir setiap kali meluncurkan sebuah produk atau solusi, lanjut Triari, MI membuat event yang dilakukan dalam tiga tahap. Event pertama biasanya dengan khalayak sasaran para profesional TI di perusahaan. Di event ini, MI akan menjelaskan detail tentang masalah teknis pada produk atau solusi. Setelah event itu, MI juga membuat event lain dengan khalayak sasaran profesional non-TI yang nantinya menggunakan produk atau solusi itu. Di sini yang dijelaskan adalah manfaat yang diperoleh dan juga berbagai keunggulan dari produk atau solusi. Terakhir, MI kembali akan membuat event dengan khlayak sasaran para business decision maker (BDM). Di event ini, penekanannya lebih pada bagaimana produk atau solusi dapat membantu bisnis perusahaan.

Cara yang kurang-lebih sama diterapkan pula dalam hal penempatan komunikasi pemasaran. Untuk para profesional TI, biasanya komunikasi pemasaran ditempatkan di media-media yang berbau teknologi, sedangkan untuk profesional non-TI komunikasi dilakukan di media yang sifatnya lebih umum, sementara untuk BDM komunikasi dilakukan di media bisnis. “Yang kami harapkan dari strategi ini adalah adanya keputusan kolektif dari konsumen untuk membeli,” kata Triari.

Triari menjelaskan pula, dalam hal komunikasi pemasaran, MI lebih banyak bermain di komunikasi lini bawah. Pasalnya, saat ini sebagian besar pelanggan MI adalah korporasi. “Kalau kami lebih banyak spend di ATL tidak relevan, karena ATL hanya berfungsi untuk konsumer,” ujarnya. Selain itu, komunikasi yang dilakukan juga tidak “hura-hura”. “Bujet kami sangat minim jika dibanding B2C. Tapi ini menjadi poin positif, karena return on investment-nya lebih besar.”

Kolaborasi antara manajer produk dan spesialis itu nantinya dilengkapi dengan aktivitas public relations yang akan menyampaikan positioning Microsoft lewat publikasi di media.

Tak berhenti sampai di situ, semua aktivitas tersebut nantinya akan dikaji lagi oleh CPEE. Di sini, selain mengukur apakah produk atau solusi yang ditawarkan itu berguna bagi pelanggan atau tidak, juga diukur apakah komunikasi yang dilakukan sudah sesuai dengan keinginan konsumen. “Sering kali kami mendapat insight baru di sini,” ujar Adrian.

Lukman Susetio, Manajer Windows Client Product MI, menambahkan, insight dari CPEE acap kali menjadi peluang MI untuk menghasilkan solusi baru. Solusi ini merupakan penggabungan beberapa produk yang dimiliki MI yang dipadukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang muncul dari hasil tracking yang dilakukan CPEE. “Jadi, terkadang kami sangat berorientasi produk, tapi sering kali juga berorientasi solusi, khususnya untuk pasar enterprise,” tuturnya.

Triari menambahkan, tidak cukup sampai di situ, MI masih memiliki satu tim lain, yaitu Data Management Organization. Tim ini tidak hanya bertugas mengumpulkan data, tapi juga menganalisis data. Dari data yang ada, ditambah dengan data intelijen. Tim ini mengolah dan mencatat perusahaan apa saja yang menggunakan peranti lunak Microsoft, serta produk apa saja yang mereka miliki. “Dari data ini kami bisa menawarkan pengembangan produk yang sudah mereka miliki,” katanya.

Adrian mengatakan, keunikan atau bahkan “kerumitan” organisasi pemasaran di MI ini merupakan motor penggerak roda bisnis MI di Indonesia. “Tujuan tim pemasaran adalah menciptakan prospek sebanyak mungkin yang nantinya akan ditutup oleh tim penjualan,” ia menuturkan.

Menurutnya, Microsoft sebagai entitas bisnis harus terus tumbuh. Bisnis ini sifatnya tidak bisa semata-mata dilakukan begitu saja karena pasar yang ada akan datang dengan sendirinya. Teknologi akan selalu berkembang. Tantangannya, bagaimana meyakinkan orang yang sudah puas dengan yang ada sekarang untuk memperoleh teknologi yang lebih memudahkan dan memuaskan kebutuhan konsumen. “Organisasi penjualan sebagus apa pun tanpa ada usaha edukasi tidak akan berhasil. Dan harus ada yang menciptakan kebutuhan. ”

Peran pemasaran, lanjut Adrian, harus bisa membuktikan secara jelas keuntungan perusahaan. Ada Key Performance Indicator (KPI) untuk pengukuran keterhubungan investasi pemasaran dengan perusahaan, di mana revenue, pangsa pasar dan kepuasan pelanggan membantu mencapai KPI. Tim ini memperkenalkan pemasaran yang terukur, ketika pengeluaran yang dihabiskan lebih besar daripada keuntungan, maka secara otomatis tim pemasaran ini gagal.

Menurut Agus W. Soehadi, Ketua Program S-1 Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya, salah satu kunci sukses MI adalah karena sebagian besar pengguna komputer sudah aware dan terbiasa menggunakan Microsoft, sehingga ada hambatan psikologis ataupun keterampilan untuk menggunakan software lain. “Ini keunggulan yang tidak dimiliki pemain lain.”

Dia mengatakan, strategi komunikasi MI yang dibeda-bedakan berdasarkan target audiens juga merupakan poin plus tersendiri. Menurutnya, hal ini memang sangat patut dilakukan, mengingat pengguna produk Microsoft tidak melulu berasal dari kalangan TI, sehingga kalangan non-TI pun perlu mendapat edukasi yang seimbang.

Tantangan terbesar bagi MI, lanjut Agus, adalah memperluas pasarnya yang ada di Indonesia. Microsoft punya potensi yang sangat besar untuk menjadi lebih besar lagi dari saat ini. Untuk itu, dia menyarankan agar MI lebih serius dalam melakukan edukasi, khususnya untuk first time user, yaitu para pelajar. “Banyak program yang bisa dikembangkan seperti masuk dalam program ekstra kurikuler di sekolah atau pengembangan guru-guru yang diharapkan akan menjadi ambassador Microsoft,” ucap Agus.

Adrian menambahkan, untuk mengembangkan pasar, tim BMO juga terus membantu semua mitra dan fokus pada target pasar. Untuk melakukan segmentasi dan targeting maka dibuat dua kemungkinan, yang mempunyai probabilitas lebih dari 60% akan membeli, dan yang kurang dari 40% atau kurang potensial membeli. Setelah itu dibagi lagi, pelanggan yang ketika membeli selalu beli produk baru atau pelanggan yang pikir-pikir dulu. Dari kerangka kerja seperti itu, tim pemasaran bisa betul-betul tahu dan bisa melakukan target bagi existing opportunity, early adopter customer, late adopter dan sisanya tetap akan diberi awareness tentang produk Microsoft.

Selain itu merangkul profesional TI lewat emotional engagement. “Kami ambil tokoh-tokoh TI yang dijadikan 'hero' untuk membuat suatu identitas kalau Microsoft itu gue banget,” paparnya. Nantinya, “hero” itu dengan sukarela akan menjadi duta MI dalam menciptakan komunikasi word of mouth. “Komunikasi yang dilakukan bukan oleh MI dampaknya akan jauh lebih kuat ketimbang yang dilakukan langsung oleh MI,” ucap Adrian.

MI masih memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang di Indonesia. “Dengan sistem organisasi yang ada saat ini, kami sangat optimistis untuk terus tumbuh di Indonesia,” ujar Adrian yakin.


Keunggulan Asuransi Syariah Dibanding Konvensional

Diposting oleh Muhammad Alwi CH di 02.37 0 komentar
Tak kenal maka tak sayang. Setidaknya begitulah potret yang bisa diambil dari masih kurangnya minat masyarakat mengikuti asuransi syariah. Ini tak lain karena kurangnya pengetahuan tentang lembaga keuangan tersebut. Masyarakat masih minim dengan pengetahuan asuransi. Apalagi ketika asuransi telah disandingkan dengan nama syariah, tentu lebih banyak istilah yang perlu diketahui. Tak hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarga, sebenarnya berasuransi juga sangat penting dijalankan oleh pebisnis dalam rangka menanggulagi risiko kerugian pada aset-aset usahanya.

Sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN), asuransi syariah diartikan sebagai usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai syariah.

Jika seseorang menjadi peserta atau asuransi syariah, dalam istilah syariah disebut sebagail muamman, sedangkan perusahaan asuransi disebut dengan muammin. Selayaknya memulai sebuah asuransi, nasabah mengadakan kontrak dengan perusahaan asuransi. Nah, di sini lah perbedaannya dimulai.

Pada dasarnya asuransi syariah dan asuransi konvensional mempunyai tujuan sama, yaitu pengelolaan atau penanggulangan risiko. Namun beberapa perbedaan mendasar dalam kontrak awal menjadikan asuransi syariah dinilai lebih fair dibandingkan asuransi konvensional.

Menurut Ketua Badan Pelaksana Harian DSN Ma’ruf Amin, berbeda dengan asuransi konvensional yang menerapkan kontrak jual beli atau biasa disebut tabaduli, asuransi syariah menggunakan kontrak takafuli atau tolong menolong antara nasabah satu dengan nasabah yang lain ketika dalam kesulitan. “Jadi di asuransi syariah ada risk sharing,” ujar Ma’ruf. Sedangkan dengan akad tabaduli, terjadi jual beli atas risiko yang dipertanggungkan antara nasabah dengan perusahaan asuransi. Dengan kata lain terjadi transfer risiko (risk transferring) dari nasabah ke perusahaan asuransi.

Pengelolaan dana melalui asuransi syariah diyakini dapat terhindar dari unsur yang diharamkan Islam yaitu riba, grarar (ketidakjelasan dana) dan maisir (judi). Untuk itu perusahaan asuransi syariah memegang amanah dalam menginvestasikan dana nasabah sesuai prinsip syariah. Sesuai akadnya, mudharabah, yaitu akad kerja sama dimana peserta menyediakan 100% modal, dan dikelola oleh perusahaan asuransi, dengan menentukan kontrak bagi hasil.

Jika nasabah asuransi syariah mengajukan klaim, dana klaim berasal dari rekening tabarru’ (kebajikan) seluruh peserta. Berbeda dengan klaim asuransi konvensional yang berasal dari perusahaan asuransinya.

Satu lagi kelebihan asuransi syariah, yaitu tidak mengenal istilah dana hangus layaknya asuransi konvensional. Peserta asuransi syariah bisa mendapatkan uangnya kembali meskipun belum datang jatuh tempo. Karena konsepnya adalah wadiah (titipan), dana dikembalikan dari rekening peserta yang telah dipisahkan dari rekening tabarru’. Lagi pula biaya operasional asuransi syariah. Hal tersebut wajar, mengingat pembebanan biaya operasional ditanggung pemegang polis asuransi, terbatas pada kisaran 30% dari premi, sehingga pembentukan pada nilai tunai cepat terbentuk di tahun pertama dengan memiliki nilai 70% dari premi. Bandingkan dengan pembebanan biaya operasional asuransi konvensional yang ditanggung seluruhnya oleh pemegang polis, sehingga pembentukan nilai tunai menjadi lambat di tahun-tahun pertama menjadi bernilai nol.


Tips Sukses Waralaba

Diposting oleh Muhammad Alwi CH di 02.31 0 komentar
Tertarik mengetahui bagaimana sebenarnya Kebab Turki Baba Rafi bisa sedemikian berhasil mengembangkan usahanya, atau Es Teler 77 yang sudah mulai merambah pasar internasional. Semua itu bisa juga kita lakukan dengan bisnis yang kita miliki saat ini apabila kita tahu apa saja langkah-langkah yang harus kita lakukan guna mewaralabakan (franchisekan) bisnis kita.

Ketika Anda telah memutuskan mewaralabakan usaha sebagai jalan memperluas operasi dan kepuasan sehingga Anda akan membuat sebuah franchisor yang sesuai, kemudian mengikuti langkah kebutuhan untuk diikuti, yakinkan bahwa langkah tersebut sukses untuk keduanya, franchisor dan franchisee.

Langkah pertama. Dalam menciptakan sebuah sistem franchise atau waralaba adalah untuk menilai sehat atau tidak sehatnya bisnis tertentu untuk diwaralabakan. Studi kelayakan seharusnya:

  1. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan bisnis
  2. Menentukan fitur penting pada bisnis yang dapat diduplikasi
  3. Menganalisis perdagangan terakhir untuk menilai apakah bisnis dapat mendukung keduanya yaitu franchisor dan franchisee sebagai kesatuan yang menguntungkan atau tidak

Langkah kedua. Pengembangan Program dan Sistem Franchise

Langkah kedua dalam membentuk sebuah sistem franchise adalah penetapan program franchise yang sesuai. Penentuan langkah ini strategi paling sesuai untuk mengembangkan jaringan franchise. Program franchise termasuk menetapkan term tepat dari penyusuna franchise, termasuk, wilayah, suplai produk, pelatihan dan dukungan, hak dan kewajiban franchisor dan franchisee, biaya franchise dan pengadaan iklan.

Langkah ketiga. Pengembangan dokumentasi franchise

Langkah ketiga melibatkan pengembangan dokumentasi penting bagi sistem. Dokumentasi waralaba khas yang butuh dikembangkan termasuk:

1. Pengoperasian manual

2. Urutan induksi franchise

3. Dokumen profil franchise

4. Dokumen perjanjian franchise

Langkah Empat. Implementasi dan Rekrutmen

Langkah keempat ini mensyaratkan pengembangan strategi yang paling cocok untuk diimplementasikan pada program franchise. Strategi tersebut akan termasuk arahan pada pemasaran franchise dan rekrutmen franchisee yang cocok.

Bagaimanapun, implementasi sistem bukanlah akhir dari proses. Sebagai franchisor area tanggung jawab Anda akan meliputi kesejahteraan, tidak hanya bisnis asli, tetapi dilanjutkan dengan kelanjutan hidup sistem franchise dan franchisee Anda.

Alasan-alasan penting penyebab sistem franchise yang gagal:

1. ketamakan franchisor

2. Miskin seleksi pada franchisee

3. Miskin pelatihan bagi franchisee

4. Kurang pengembangan produk yang berkelanjutan

5. Ekspansi yang terlalu kencang

6. Miskin pengawasan pada performance franchisee

7. Kurang prosedur penyelesaian konflik yang sesuai

Sumber: www.wirausaha.com



Sabtu, 06 Juni 2009

Rekening Pay Pal

Diposting oleh Muhammad Alwi CH di 21.02 0 komentar
Pay Pal adalah salah satu rekening online yang mutlak harus di miliki oleh siapa saja yang ingin berbisnis secara online. Karena dengan ada nya rekening paypal semua bentuk transaksi bisa jauh lebih mudah, terutama transaksi luar negeri " International "

Namun untuk orang Indonesia seperti saya , paypal terasa menjadi sulit. Sebab Paypal hanya bisa di verifikasi dengan Credit Card / CC. Sedang kan untuk orang indonesia Credit Card masih menjadi sesuatu yang sulit untuk di dapatkan.

Seiring maraknya dunia bisnis Online di Indonesia, penjualan Credit Card Online pun muncul, atau yang lebih di kenal dengan Virtual Credit Card atau VCC. Ada beberapa Situs menawarkan VVC. namun saya sangat menyarankan anda membeli dari vvc yang sudah sangat populer di tanah air seperti vvc-indonesia .

Namun yang penting anda harus memiliki account paypal terlebih dahulu. Untuk buka account paypal silakan klik Paypal

Selamat mencoba dan menikmati kemudahan transaksi Online.


Menukar Hobby Menjadi Uang

Diposting oleh Muhammad Alwi CH di 20.53 0 komentar

Orang yang telah sukses membina karier dan perusahaan mereka adalah berasal daripada minat dan kepandaian mereka melakukan sesuatu dengan tekun dan penuh semangat. Bayangkan bagaimana perasaan anda apabila anda disuruh melakukan sesuatu yang anda sendiri tidak berminat untuk melakukannya. Sudah tentu hasil yang akan anda peroleh tidak memuaskan dan ada kemungkinan kerja tersebut tidak sempurna . Oleh karena itu tidak hairan jika anda mendapati banyak orang yang sering bertukar-tukar pekerjaan dengan alasan tidak sesuai melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut . mereka mencari pekerjaan yang sesuai dengan jiwa dan minat mereka.

Ada juga sebilangan besar orang yang melakukan kerja yang tidak mereka sukai sehingga akhir hayat mereka, sehingga tidak banyak perubahan yang berlaku dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, jika anda mau terus sukses didalam kehidupan anda, tentunya anda harus memilih bidang karier yang anda minati. Contohnya untuk melakukan suatu usaha, anda harus mempunyai minat untuk melakukannya. Jika tidak , sudah tentu sukar untuk mencapai kesuksesan apalagi jika anda memang tidak memiliki pengalaman sebelumnya.

Walau bagaimana pun, perkara seperti itu bisa dipelajari sedikit demi sedikit. Malah anda bisa menjadikan hobi dan keahlian apa saja sebagai satu perusahaan secara langsung. Contohnya jika anda meminati bidang masakan, anda bisa mencipta resep-resep baru, menulis buku-buku resep masakan, menjual makanan, mengambil kontrak menyuplai dan menyediakan makanan.

Jika anda meminati bidang menjahit, anda bisa mengambil upah menjahit, mendapatkan kontrak menjahit, menulis buku tentang menjahit, membuka kursus menjahit secara pos atau secara langsung. Jika anda seorang juru tehnik, anda bisa menulis buku panduan atau menerbitkan video mengenai tehnik memperbaiki kerusakan pada mesin mobil atau motor.

Jika anda seorang pendidik, anda bisa mengadakan kelas les, menerbitkan panduan tentang tehnik belajar yang berkesan. Jika anda seorang juru foto, anda bisa mengadakan kursus fotografi.

Jika anda seorang petani atau penternak, anda bisa mengadakan satu program kunjungan ke ladang atau pusat peternakan sebagai satu paket pelancongan. Jika anda seorang penulis, anda bisa mengadakan kemah kerja, kursus penulisan dan sebagainya. Jika anda seorang pengemudi, anda bisa mengadakan kursus mengemudi. Jika anda seorang pedagang, anda bisa menulis buku mengenai bidang kewirausahaan, mengadakan seminar kewirausahaan, pameran, mengadakan kursus kewirausahaan dan sebagainya.

Anda bisa menemui rahasia untuk mendapatkan uang yang lumayan setiap bulan melalui hobi dan keahlian apa saja, jika anda menjadikannya sebagai satu peluang usaha. Walaupun anda seorang tukang cat atau tukang kayu, anda masih mempunyai peluang besar untuk menjadi kaya melalui keahlian itu, dengan menjadikan ia sebagai satu bidang usaha. Anda bisa mengambil kontrak secara kecil-kecilan dulu. Peluang akan senantiasa ada bagi mereka yang mau mencoba, tetapi peluang akan menjauhi orang yang penakut dan tidak mau mencoba. Memang tidak ada jalan mudah untuk mencari uang yang banyak, tetapi tidak mustahil untuk memperolehinya jika anda rajin. Jika anda seorang yang mau mencoba dan belajar untuk menjadi seorang yang inovatif dan kreatif, maka anda akan menemui banyak cara dan jalan untuk mencari uang yang lumayan.

Saya mempunyai sebuah cerita yang mungkin ada manfaatnya untuk anda. Dulu (4-5 tahun yang lalu) saya seorang yang tidak mempunyai apa-apa, setelah kerugian besar dalam usaha yang saya jalankan.

Saya tidak mempunyai pendidikan yang tinggi, hanya sekadar lulusan SLTA. Saya banyak mencoba menceburi dunia perusahaan kecil-kecilan dan bercita-cita untuk memiliki sebuah perusahaan yang besar suatu hari nanti. Malah saya sanggup bekerja dalam waktu yang lama untuk mengumpul uang. Saya sanggup bekerja sampai 15 jam sehari selama 7 hari dalam seminggu. Tetapi karena saya masih bujangan jadi apa yang saya dapat dari hasil peras keringat akhirnya semua habis begitu saja. Akhirnya setelah bosan peras keringat bekerja menjadi hamba kepada orang lain dengan gaji yang tak seberapa, saya telah memikirkan cara untuk mencari uang dengan usaha yang lebih mudah, walaupun kedengarannya agak aneh dan luar biasa, tetapi ia bukan mustahil untuk dilakukan. Saya telah mendapat satu ide setelah membaca sebuah buku yang berjudul ‘ THE LAZY WAY TO A MILLIONS ’.

Judulnya sangat memikat hati saya, walaupun harganya agak mahal, tetapi saya tetap membelinya secara pos. walaupun saya mempunyai masalah yang besar yaitu saya tidak fasih berbahasa Inggeris. Tetapi saya tetap mau mencoba, dan setelah selesai membaca buku tersebut, saya telah mendapat satu ide dari salah satu hobi saya yaitu bidang fotografi. Saya pun mencari bahan menulis tips-tips atau panduan mencari uang melalui bidang fotografi. Saya hanya menulis dalam bentuk manuskrip sebanyak 4-5 halaman saja dan menjualnya secara pos.

Percobaan tersebut telah mendapat sambutan yang agak baik dan dari situlah saya telah mendapat ide untuk terus menulis sehingga sekarang. Saya telah menjual panduan tersebut dengan harga Rp20.000 untuk satu naskah. Dari dulu lagi saya telah menjual beberapa ratus naskah buku setiap bulan dan memperoleh penghasilan yang sangat lumayan sehingga hampir tidak perlu melakukan pekerjaan apa-apa karena saya telah membayar gaji orang lain untuk membuat kerja-kerja tersebut.

Jadi sebenarnya anda bisa meniru cara saya melakukan dan mengubah ide-ide saya menjadi satu panduan bercetak dan menjualnya secara pos. dulu sewaktu saya belum punya komputer, saya mengupah orang lain untuk menulisnya. Setelah saya mampu membeli sebuah komputer dan belajar menggunakannya, pekerjaan saya menjadi semakin mudah dan saya bisa melakukannya kapan saja. Walaupun belum menjadi jutawan, tetapi hidup saya sangat menarik dan rileks. Anda juga bisa mengecapi kehidupan yang hebat ini suatu hari nanti. BERTINDAKLAH SEKARANG !!


Jumat, 05 Juni 2009

Koperasi Online

Diposting oleh Muhammad Alwi CH di 12.27 0 komentar
Hai, Sobat dan para pembaca yang budiman.

Mungkin Para sobat sudah sering mendengar apa yang di sebut bisnis online atau Internet Bisnis, yang pada saat ini sudah masuk sampai pada tahap menggembirakan untuk pengguna di Indonesia.

Seiring dengan berkembangnya tekhnologi, jenis dan macam bisnis online pun sudah sangat berpariasi, ada yang menawarkan ebook , ada juga yang menjual produk juga ada yang sekedar memberikan informasi, pokoknya sudah sangat banyak ragam bisnis yang ada di Internet.

Kali ini saya Ingin mengajak anda untuk sedikit berbagi dan bercerita tentang bisnis online terbaru yaitu , bisnis koperasi online. Kalau menurut saya ekonomi koperasi ini sangat membantu di kalangan masyarakat kita Indonesia yang sering dihimpit berbagai kesulitan terutama yang berkaitan dengan masalah ekonomi. Apalagi koperasi ini berjalan dalam dunia online seperti yang lagi ngetrend sekarang ini. tentu sangat membantu para pebisnis online yang pemula seperti saya. Dimana kita bisa mendapat pinjaman modal hingga 50 jutaan.

Koperasi Ini berkantor pusat di Medan. Selain pasilitas pinjaman juga ada peluang bagi anggota koperasi untuk mendapatkan penghasilan hingga puluhan juta bahkan ratusan juta per bulan. Jadi koperasi ini sangat menarik untuk kita jadikan alternative bisnis pada saat dan kondisi seperti sekarang ini.

Oh. ya. para sobat netter koperasi ini juga punya legalitas yang tidak kalah bahkan lebih dari bisnis - bisnis online yang lain. Sebab koperasi ini punya sertifikat dari mentri koperasi dan lembaga pemerintah terkait di negeri ini. Oh. ya , kalau para sobat ingin tahu sekilas tentang koperasi tersebut ? berikut saya uraikan..

1.MODAL USAHA RENDAH DIMULAI HANYA RP.100.000,- SETIAP MITRA

2. MENDAPATKAN BERBAGAI JENIS JASA :
a. JASA MITRA SEBAGAI MANAGER ( SPONSOR ) RP.20.000,- SETIAP MITRA BARU .
b. JASA SISA HASIL USAHA ( SHU ) DIHITUNG DARI SELURUH JUMLAH MODAL USAHA MITRA YANG ANDA SPONSORI ( MANAGER ) LANGSUNG SEBESAR 5 % SETIAP BULAN ( BERKESINAMBUNGAN ) YANG DAPAT MENCAPAI RP.500.000,- S/D RP. 500.000.000,-BAHKAN LEBIH
c. BELANJA DITOKO ONLINE UNTUK KEBUTUHAN MITRA / MANAGER
d. MENDAPATKAN PINJAMAN MODAL SESUAI KEBUTUHAN MANAGER
e. MENDAPATKAN JASA MODAL DALAM BENTUK ATM SHARE
f. JASA USAHA BERUPA BILYET GIRO
g. JASA SIMPANAN SHU 3 % S/D 4 % SETIAP BULAN
h. BAGI HASIL ATAU DEVIDEN TAHUNAN.

3. MEMBERI KESEMPATAN UNTUK MENDAFTARKAN MODAL USAHA LEBIH DARI 1 X ( RP.100.000 ).

4. MEMPUNYAI URL / REFFERAL ( REPLIKASI WEB ) SECARA GRATIS UNTUK TUJUAN PROMOSI / IKLAN ANDA, MITA BERGABUNG TANPA ANDA KETAHUI.

5. ANDA SEBAGAI SPONSOR DAPAT MEMBANTU MITRA UNTUK BERGABUNG ATAU MENDAFTARKAN ONLINE YANG BERTINDAK SEBAGAI PEMBINA MITRA.

6. SPONSOR DAPAT MELAKUKAN PEMBAYARAN DARI ACCOUNT JASA SISA HASIL USAHA SECARA ONLINE.

Kalau para sobat ingin segera mengetahui seperti apa koperasi online ini sesungguhnya , silakan kunjungi : http://simpanpinjam.tk

Terimakasi dan sampai jumpa pada postingan berikut.

 

Blog Bisnis & News © 2008 using D'Bluez Theme Designed by Ipiet Supported by Tadpole's Notez Based on FREEmium theme Blogger Templates